Legal online casino_Baccarat China_Crown gambling_Live Casino_Handicap gambling

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Aplikasi judi sepak bola

RBBasic Baccarat Playasic Baccarat Playaka Basic Baccarat Playbelum bisa baBasic Baccarat PlayBasic Baccarat Playntu kalian nih. Kita masih ada acara penting soalnya.

Saat temannya tiba-tiba meminta tolong sesuatu, sementara dia sendiri sedang menemani dan membantumu. Seketika itu juga cowokmu yang tadinya santai mendadak kebingungan sendiri. Butuh waktu cukup lama untuk menentukan mana yang akan dia pilih antara terus menemanimu atau pergi membantu temannya. Tapi apa daya rasa nggak enakan dan loyal akhirnya buat cowokmu pun memilih temannya. Alasannya apalagi kalau nggak enak karena itu salah satu teman dekatnya.

Tak ada yang bilang membantu orang lain itu salah. Tapi kalau sampai tak bisa bilang ‘nggak’ segala permintaan atau ajakanya bisa jadi sikap yang salah. Mengingat dari sana kamu bisa saja dimanfaatkan orang. Belum lagi dirimu pun dibuat repot sendiri kalau saja ada pihak lain yang tak setuju dengan jawaban iya-mu itu.

Terus, kamu mau ninggalin aku gitu?

Maaf ya, lain kali pasti aku bantu. Maaf banget lho!

Tapi bagaimana kalau orang yang tak bisa bilang ‘nggak’ itu cowokmu sendiri? Apalagi sama temannya sendiri, entah kenapa sifat nggak enakannya semakin menjadi-jadi. Kamu pun jadi emosi sendiri dan yang jelas beberapa hal yang Hipwee Hubungan uraikan di bawah ini yang pasti khatam kamu rasakan. Bacanya sambil elus dada dan bilang ‘sabar ya’.

Kenapa sih dimintai bantuan terus? Emangnya nggak ada orang lain lagi apa yang bisa dimintain tolong?!

Kira-kira seperti itulah saat kamu sudah tak bisa sabar lagi. Kalau cowokmu tak bisa menolak, ya harus kamu yang buka suara. Memberikan jawaban sekaligus alasan yang kadang ada sedikit penekanan dengan kata penting. Ya walaupun cowokmu malah meminta maaf sama teman-temannya.

Menjalani hubungan dengan cowok yang nggak enakan memang harus berani bersabar. Paling tidak dari rasa-rasa yang tak menyenangkan itu kamu harus sedikit bersyukur, kalau cowokmu ini aslinya punya jiwa sosial yang cukup tinggi. Mungkin caranya saja yang kadang menyebalkan dan salah.

Kamu pacaran aja sama teman-temanmu, nggak usah sama aku!

Yang, editanmu masih banyak ya?

Nggak enak nolaknya, Yang.

Kenapa nggak ditolak aja? Kamu ‘kan udah janji sama aku dari sebulan yang lalu?

Aku tinggal bentar aja, nggak apa-apa ‘kan? Nanti aku balik ke sini lagi.

Sekali dua kali, kamu masih bisa memahami kalau dia mengiyakan permintaan teman-temannya. Tapi kalau sudah berulang-ulang kali, bahkan sampai sekarang saat hubungan kalian sudah tak seumur jagung, ya jangan salahkan kalau kamu cemburu pada teman-temannya. Bagaimana tak cemburu kalau mereka bisa punya lebih banyak waktu dengannya cowokmu.

Sebentar-sebentar temenin temannya dulu, bantuin temannya dulu, bahkan dia pernah bilang ‘iya nanti ya, aku nggak enak nih mau pulang duluan sama teman-temanku’. Kadang dia seperti itu saat kamu sendiri sedang benar-benar membutuhkan sosoknya. Jadi tak salah kan kalau akhirnya kamu merasa dinomor duakan. Memang teman-temannya itu hadir lebih dulu daripada kamu dalam kehidupannya secara dekat sekali. Tapi bukannya dia tetap harus adil, jangan hanya nggak enakan terus sama temannya, sementara perasaanmu seperti diabaikan.

Entah sudah berapa kali pertanyaan seperti itu kamu lontarkan. Harapannya sih ingin cowokmu bisa sedikit saja mengerti apa yang kamu rasakan selama ini, gregetan sampai sedih sendiri karena sikapnya yang nggak enakan itu. Tapi rasanya semua usahamu masih sia-sia sampai detik ini. Karena dia selalu punya alasan untuk menjawab komplen atau nasehatmu.

Iya, lumayan. Kenapa emangnya?

Hmmm, Si Ojik barusan minta tolong nih, buat nguji data skripsinya.

Kadang gerutuan itu kamu pendam. Tapi kadang kalau sudah terlanjur kesal sekali ya kamu ungkapkan. Bagaimana tak kesal, kalau gara-gara sifat nggak enakannya itu acara yang sudah kalian susun tiba-tiba batal. Padahal kamu sendiri nggak kurang-kurang merengek supaya dia tak perlu mengiyakan permintaan temannya.