European mainstream betting company_188BET_Legal online casino_Baccarat Techniques_Live Baccarat Registration

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Aplikasi judi sepak bola

TerlBaccarat simple best strategyalu banyak hal anyar yang Baccarat simple best strategymenyenangkan di dunia. Kadang kita hanya terlampau nyaman hingga enggan mencBaccarat simple best strategyoba. Kamu, adalah agen penarik sempurna. Kamu membawa saya ke pintu-pintu baru yang tak pernah terpikir akan saya datangi sebelumnya. Karena kamu hidup saya jadi lebih kaya.

Tapi kamu — pernah merasa cukup hanya dengan saya.

Patah hati harus dihadapi sendiri. Menyembuhkan diri mesti dilalui dalam sepi.

Kamu membuat saya kembali percaya bahwa apa adanya diri ini bisa diterima. Akan ada orang yang membuka hatinya, menempatkan saya di dalamnya, tak ingin saya pergi ke mana-mana. Saat kita selalu rindu dan ingin bertemu setiap hari — sampai ini momen itu masih manis jika diingat lagi. Terima kasih, kamu sudah menumbuhkan rasa percaya ini.

Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa saya akan mampu melihatmu bersanding secepat itu dengan dia yang baru. Dia, yang ternyata sudah kau gadang-gadang jadi penggantiku jauh sebelum kita tak lagi jadi satu.

Kepergianmu mengajarkan saya satu hal.

Kamu perlu tahu bagaimana saya melakukan apapun untuk menenangkan diri. Kamu sempat saya unfriend di berbagai sosial media. Nomormu saya hapus agar keinginan menghubungi tak lagi muncul di kepala. Hubungan dengan kawan dan keluargamu juga sempat saya jauhi cukup lama.

Kamu sempat membuat semuanya tampak masuk akal. Bahkan saya bisa tetap tersenyum saat hidup memberi trek cobaan paling terjal. Namun semua jelas berubah saat perasaan ini terpental. Saat kamu memilih pergi, sementara saya tetap tinggal.

Hidup saya sempat bergulir mulus sebelum ada kamu. Lihat saja. Saya juga akan tetap sebaik itu — bahkan selepas kamu pergi.

Walau sekarang kamu sudah tidak di sini saya tetap berterima kasih untuk kehadiranmu di sisi. Paling tidak kini saya yakin. Tanpa berusaha cinta selalu bisa datang sendiri.

Perasaan ini memang brengsek sekali. Selepas kamu pergi ada malam-malam panjang yang memaksa saya menangis sembari memeluk diri sendiri. Ada bayangan kenangan kita, tempat kita biasa makan bersama. bagaimana kita biasa saling menghampiri sepulang kerja, sampai soal pelukan lama yang membuat kewarasan kembali ke kepala.

Kita menjauh, karena tidak cukup berjuang dengan peluh. Di masa depan semoga kesalahan ini tak lagi membuat hubungan kita selanjutnya runtuh.

Pernahkan saya bilang kalau saya juga jatuh hati pada anjing kecilmu? Sungguh, terima kasih untuk hal-hal kecil itu.

Kamu membukakan pintu baru soal ikatan dalam kehidupan saya. Ternyata rasa sayang itu bisa melebar — dari dua kepala, ke dua keluargam hingga merembet ke binatang peliharaan kita. Ayah, Ibu, dan Kakakmu sudah seperti keluarga baru.

Baru bersamamu saya berani menunjukkan sisi terjujur dari diri. Kamu lah orang yang pertama tahu kalau stress relieve saya adalah makan mie goreng, pakai nasi, sambil tengkurap pula. Saat mendengarnya kamu jelas mengolok saya. Tapi toh akhirnya mengacak gemas rambut dan tetap menerima.

Kedatanganmu sudah cukup berarti bagi saya. Akhirnya saya mengerti bahwa ada sisi hangat dalam diri yang bisa terbuka dan menerima cinta. Bahkan di waktu yang paling tak terduga. Siapa yang menyangka, saya dan kamu pernah sempat jadi kita?

Tidak. Hanya karena pernah kamu tinggalkan saya tidak akan takut kembali menitipkan perasaan. Kamu memang satu episode yang gagal. Tapi kamu pula yang membuat hati ini lebih tangguh dan pejal.

Namun hal itu membuat saya menyadari satu hal. Ternyata kita punya ketangguhan yang hanya bisa keluar saat sakit sudah tak tertahan. Meski beberapa saat hati ini terasa bebal, toh buktinya saya bertahan.

Dulu, saya sempat seperti menyublim dalam pelukanmu. Hilang dalam tajamnya tatap matamu. Pulang, bagi saya dulu, sempat berarti kebebasan untuk berbaring di dada atasmu.

Kamu mengajak saya naik gunung, main bebek yang perlu digenjot kencang pedalnya sampai kaki pegal, bahkan pergi ke gumuk pasir di siang hari dan berakhir dengan muka terbakar.

“Tenggelamlah dalam dadaku lama. Saya tidak akan pergi ke mana-mana”, katamu pada suatu masa. Dan saya sempat percaya.

Alih-alih lebih banyak menghabiskan waktu bersama demi mengurai segalanya kita malah mencari pelarian di luar ke-kita-an yang sudah ada. Kamu membenamkan diri dalam keriaan bersama kawan-kawanmu. Sementara saya memilih menenggelamkan diri dalam rentetan pekerjaan yang seperti tak bisa menunggu.

Untuk hal-hal baru yang pernah kita coba. Terima kasih untuk semuanya via bridalmusings.com

Terima kasih sudah pernah datang. Sekarang perjalan kita tak lagi ada dalam satu lintasan. Selamat jalan. Saya tak pernah mengharap kamu kembali dan menawarkan perasaan.

Kamu lelah. Saya juga sudah terlalu lama berkubang dalam kebingungan dan resah. Sayangnya kita memilih jalan yang membuat semuanya berubah.

Terima kasih sudah pernah datang, lalu pergi. Kamu mengajarkan saya banyak hal soal nyeri.

Terima kasih untuk semua kecup di dahi, ciuman singkat yang masih tersisa getarnya sampai hari ini. Terima kasih kehangatanmu sempat membuat rasa canggung itu pergi.

Sempat ada masa saya tidak percaya bahwa diri ini cukup memenuhi rongga dada seseorang. Saya ini banyak kurang. Ceroboh, pelupa, moody saat pekerjaan sedang banyak-banyaknya.

Entah kenapa pelukanmu memang remedy untuk semua jeritan dalam kepala. Anehnya, semanja apapun saya kamu tak pernah berpaling dan mengernyitkan muka. Setiap rasa tidak mampu datang, lenganmu merengkuh saya dan memberikan rasa tenang.

“Saya lelah. Mau nangis. Mau peluk kamu.”