Betting platform website_Crown gambling_Gaming platform ranking_188BET_Indonesia Lottery Results

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Aplikasi judi sepak bola

Di mGGaming Networkaming Networkasa sGaming Networkekarang, K-Pop terus menarik banyak penggemar dari seluruh dunia. Mungkin masyarakat sudah tak asing ketika mendengar BTS, BLACKPINK, Park Seo-joon, Song Joong-ki, Lee Min-ho, hingga drama yang baru-baru ini merajai posisi pertama di Netflix, yakni Squid Game. Deretan pencapaian tersebut seolah membuktikan bahwa karya mereka semakin kompetitif dan punya tempat tersendiri di hati penggemar.

Hubungan yang melibatkan dua negara tentu akan semakin menarik untuk mendapat perhatian. Selain menerangkan bahwa adanya kerja sama yang baik antara Indonesia-Korea Selatan, menggunakan brand ambassador tersebut juga memberikan rasa bangga kepada penggemar K-Pop. Strategi ini sebenarnya bukan hanya menargetkan perhatian investor asing, melainkan orang Indonesia itu sendiri.

Menanjaknya keternaran K-Pop di kawula muda membuat berbagai perusahaan mulai melihatnya sebagai peluang. Tak tanggung-tanggung, di Indonesia sendiri pemilik produk berlomba-lomba untuk menggaet seleb Korea sebagai brand ambassador-nya. Lantas, apakah pilihan tersebut membawa dampak besar bagi brand terkait? Nah, untuk menjawab rasa penasaranmu, berikut ini Hipwee Premium berikan alasan di balik hiruk pikuknya figur publik Korea Selatan menjadi bintang iklan produk Indonesia.

Hal ini dikhawatirkan membentuk stigma bahwa memiliki kulit seperti mereka merupakan suatu impian dan standar kecantikan seseorang. Padahal, dari segi keberagaman, Indonesia dan Korea Selatan memiliki perbedaan ras, gen, dan budaya.

Berdasarkan data iPrice, e-commerce tersebut mencatatkan rekor 12 juta lebih transaksi di tujuh negara. Sebanyak 5,4 juta diantaranya berasal dari Indonesia. Dalam waktu tiga bulan, Shopee menyalip Lazada dari sisi jumlah kunjungan terbanyak pada awal 2019. Padahal, Lazada masih memimpin pada akhir 2018.

E-commerce asal Indonesia, Tokopedia menggaet Bangtan Sonyeondan atau BTS sebagai duta merek pada Oktober 2019. Dikatakan bahwa jumlah kunjungan merangkak naik setelahnya. Terlebih, ketika unicorn ini menghadirkan BTS dalam festival Waktu Indonesia Belanja (WIB) Juli 2020. Melansir dari Katadataplatform milik Wiliam Tanuwijaya langsung dikunjungi hampir lima juta kali pada acara puncak, 100 juta kali dalam kurun waktu 25-29 Juli, serta lebih dari lima ribu barang terjual. Hal itu dinilai sebagai antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap kolaborasi Tokopedia dan BTS.

Publik sudah nggak asing melihat fenomena seleb Korea menjadi brand ambassador di Indonesia. Sebut saja Song Joong-ki yang baru-baru ini ditunjuk sebagai star ambassador produk kecantikan Scarlett Whitening milik Felicya Angelista. Tak berapa lama, pemberitaannya menjadi perbincangan hangat warganet di media sosial. Bahkan, produk beserta sang artis menjadi trending di platform Twitter.

Meski demikian, tak bisa dimungkiri bahwa power dari sosok seleb mampu memengaruhi konsumen. Semua tentunya kembali lagi ke minat masing-masing orang. Lagi pula, di sisi lain, menurut peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), orang Indonesia masih cenderung rasional terhadap harga. Mereka dinilai lebih tertarik dengan diskon yang ditawarkan daripada sekadar brand ambassador semata. Nah, kalau kamu apa termasuk konsumen yang membeli produk karena bintang iklan yang ditampilkan bukan nih?

Sebenarnya melihat fenomena tersebut, kita bisa menarik benang merahnya. Jika perusahaan menghadirkan seleb Korea dengan tujuan menaikkan popularitas, maka strategi yang dipilih menjadi keputusan yang tepat. Tanpa harus mengiklankan secara besar-besaran, media dan atensi publik sudah didapat secara cuma-cuma alias gratis.

Menariknya, hal serupa bukan hanya terjadi di Indonesia. Perusahaan e-commerce milik negara lain pun menggunakan cara yang sama untuk menaikkan pamor dari seleb Korea tersebut. Mungkin kamu masih ingat saat Shopee menggandeng BLACKPINK dalam rangka hari belanja online nasional (harbolnas) 12.12 di Filipina, Vietnam, Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan dan Indonesia pada 2018. Mereka bahkan tampil di empat stasiun televisi milik Indonesia kala itu.

Harap beli akses artikel ini atau berlangganan   untuk melanjutkan

Citra positif pada brand | Credit: Sigmund on Unsplash

Alasan ini menjadi salah satu bukti bahwa fenomena Korean wave di tanah air nyata adanya. Penggemar bahkan tak segan untuk membeli aksesori yang digunakan sang idola untuk menggambarkan identitas mereka masuk ke dalam fandom yang mana. Pasar Indonesia yang tinggi untuk K-Pop menjadi salah satu alasan perusahaan berlomba-lomba menghadirkan kesempatan serupa.

Alasan seleb Korea jadi brand ambassador | Credit: Hipwee

Hal ini juga dialami NU Green Tea ketika menunjuk NCT 127 sebagai brand ambassador-nya. Botol minum NU Green Tea yang mempunyai foto setiap member tentunya menarik perhatian fans. Masuk ke dalam 3 brand terbaik di Indonesia berdasarkan kategori produk, cara pendekatan NU Green Tea ke target pasar usia 16-25 tahun bisa terbilang berhasil.

Popularitas hiburan dan budaya Korea tak bisa dimungkiri kian eksis di pasar global. Tren gelombang budaya Korea Selatan atau akrab disebut dengan istilah hallyu mampu memengaruhi pola gaya hidup anak muda, termasuk di Indonesia. Mereka yang dinamis dan ingin mengetahui segala sesuatu tentang budaya ini memantik konsumsi konten K-Pop semakin masif dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya melalui drama atau musik saja, melainkan mencakup berbagai aspek seperti film, makanan, kosmetik, literatur, fesyen, hingga bahasa.

Selain mendapat respons yang positif, adanya brand ambassador dari Korea juga memicu perdebatan. Kasus ini terjadi pada produk kecantikan yang dianggap tak relevan antara produk dengan sang artis. Seperti kita ketahui, mayoritas masyarakat Indonesia memiliki warna kulit sawo matang, sedangkan sang idola yang merepresentasikan produk tersebut memiliki warna kulit terang.

Melansir dari Koreanet, organisasi riset data swasta Blip merilis bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan penonton konten K-Pop terbanyak dengan 2,62 miliar penayangan pada 2019. Rata-rata setiap penggemar di Indonesia menghabiskan $10,5 AS per bulan, atau sekitar Rp1,82 juta per tahun untuk menikmati konten Korea.

Gelaran BLACKPINK 2019 Tour di Indonesia misalnya, harus diperpanjang karena tiket sudah habis jauh sebelum pelaksanannya pada 20 Januari 2019. Promotor acara menambah jadwal penampilan sehari demi memberi kesempatan BLINKS untuk menyaksikan sang idola secara langsung. Diketahui harga tiket saat itu berkisar Rp1,1 juta hingga Rp2,5 juta. Hal tersebut membuktikan bahwa para penggemar rela merogoh kantong untuk suatu hal yang disukai. Makanya, nggak heran kalau fans K-Pop di Indonesia juga terkenal royal dan jor-joran kepada sang idola.